Social Icons

Pages

Selasa, 23 April 2013

Makalah Opini Public


BAB I. PENDAHULUAN
A.   Definisi Opini Publik
 Public Opinion dalam bahasa Indonesia sering diterjemahkan dengan “pendapat umum“, dengan demikian public diterjemahkan dengan “umum“ sedangkan opinion dialih bahasakan dengan “pendapat“. Dalam Ilmu Komunikasi terdapat istilah lain yaitu public relations yang umumnya diterjemahkan dengan “hubungan masyarakat“, dalam hal ini public diterjemahkan dengan “masyarakat“, sedangkan relations diterjemahkan dengan “hubungan“ (Sunarjo, 1984 :22).
( Olii, 2007:20)Opini adalah pendapat, ide ataupun hasil pikiran manusia untuk menjelaskan kecenderungan atau preferensi tertentu terhadap perspektif dan ideologi akan tetapi bersifat tidak objektif karena belum mendapatkan pemastian atau pengujian, dapat pula merupakan sebuah pernyataan tentang sesuatu yang berlaku pada masa depan dan kebenaran atau kesalahannya serta tidak dapat langsung ditentukan misalnya menurut pembuktian melalui induksi.
( Hegar,2011:01)Publik adalah umum, seperti yang kita ketahui bahwa kata publik tersebut pada dasarnya biasa digunakan untuk hal yang bersifat umum, ataupun dinikmati oleh orang bnyak dan juga bisa dikatakan bahwa publik tersebut adalah menyangkut hal-hal yang bersifat universal atau menyeluruh. Disini kami menitikberatkan publik lebih kearah sekelompok manusia yang bertindak sebagai komunikan. Apabila dikaitkan dengan suatu kebijakan, keputusan, maka publik tersebut bisa dikatakan sekumpulan manusia yang mayoritas aktif dalam pembentukan suatu opini dari suatu kebijakan ataupun suatu keputusan yang telah dikeluarkan.
Dari penjelasan diatas maka kami selaku pemakalah memberikan salah satu definisi dari opini publik tersebut, bahwa opini publik itu ialah suatu persepsi atau suatu pendapat yang dihasilkan oleh sekelompok manusia terhadap suatu kejadian yang terjadi dan mungkin akan terjadi. Atau opini publik adalah sebagai suatu kesatuan pernyataan tentang suatu hal yang bersifat kontroversial.
Jadi, publik bercirikan :
1.      Mempunyai kepentingan atau perhatian yang sam terhadap suatu isu atau objek tertentu. Kepentingan atau perhatian ini yang mengikat publik secara emosional.

2.      Tidak harus berada dalam suatu wilayah geografis. Publik bisa berada dalam tempat yang berjauhan dan tidak saling mengenal ( anonim ). Contoh publik : penggemar acara “ Empat mata “  Tukul arwana di Trans7. Mereka mempunyai perhatian yang sama pada acara itu dan tempat tinggalnya bisa berbeda kota.
Adapun cara mengetahui adanya opini publik, dapat diketahui pada tahun 1963, Indonesia berkonfrontasi dengan Belanda mengenai Irian Barat. Di radio, surat kabar, rapat-rapat umum, pidato-pidato, ceramah-ceramah dan lain-lain orang membicarakan tentang Irian Barat. Pada umumnya pembicara-pembicara itu cenderung kepada pendapat bahwa Irian Barat adalah milik pemerintah Indonesia, oleh karena itu bangsa Indonesia wajib merebutnya kembali, dan hal inilah yang menjadikan bahwa pendapat-pendapat itu sangatlah penting dikarenakan dapat mengambil suatu keputusan bersama. Gejala demikian biasanya disebut public opinion atau opini publik.
Adapun dari gejala tersebut diatas, dapat diketahui bahwa adanya pengertian tentang
pendapat itu sama dengan opinion, yang mempunyai ciri-ciri sebagai berikut:
a. Selalu diketahui dari pernyataan-pernyataan.
b. Merupakan sintesa atau kesatuan dari banyak pendapat.
c. Mempunyai pendukung dalam jumlah yang besar.
B. Proses pembentukan Opini Publik
(Mardiah,2010)Pada bagian ini proses pembentukan opini publik menggambarkan mulai dari persepsi seseorang sehingga terbentuknya suatu opini publik, yaitu berakar dari latar belakang budaya, pengalaman masa lalu, nilai-nilai yang akan melahirkan suatu interpretasi atau pendirian seseorang, dan pada akhirnya akan terbentuk suatu opini publik, apakah nantinya bersifat mendukung, dan menentang atau berlawanan. Pendirian merupakan apa yang dirasakan seseorang dan timbul attitude (sikap yang mencerminkan kepatuhan dan rasa menghormati dengan tulus ) sebagai sikap yang dapat tersembunyi dalam diri seseorang, dan dapat dalam bentuk symbol, bahasa tubuh, verbal, mimik muka serta bahkan dari suatu warna yang dipakainya. Opini dari seseorang itu kemudian secara akumulatif dapat berkembang menjadi suatu consensus (kesepakatan), dan terkristalisasi jika masyarakat dalam kelompok tertentu mempunyai kesamaan dalam visi, ide, nilai-nilai yang dianut, latar belakang dan hingga tujuan yang hendak dicapai dikemudian hari akan terbentuk menjadi opini publik.

C.  Kekuatan Opini Publik
Telah dikemukakan bahwa opini publik atau pendapat publik sebagai suatu kesatuan pernyataan tentang suatu hal yang bersifat kontroversial, merupakan suatu penilaian sosial. Oleh karena itu, maka pada pendapat publik melekat beberapa kekuatan yang sangat diperhatikan :
1.      Opini publik dapat menjadi suatu hukuman sosial terhadap orang atau sekelompok orang yang terkena hukuman tersebut. Hukuman sosial menimpa seseorang atau sekelompok orang dalam bentuk rasa malu, rasa dikucilkan, rasa dijauhi, rasa rendah diri, rasa tak berarti lagi dalam masyarakat, menimbulkan frustasi sehingga putus asa, dan bahkan ada yang karena itu lalu bunuh diri atau mengundurkan diri dari jabatannya.
2.      Opini publik sebagai pendukung bagi kelangsungan berlakunya norma sopan santun dan susila, baik antara yang muda dengan yang lebih tua maupun antara yang muda dengan sesamanya.
3.      Opini publik dapat mempertahankan eksistensi suatu lembaga dan bahkan bisa juga menghancurkan suatu lembaga.
4.      Opini publik dapat mempertahankan atau menghancurkan suatu kebudayaan.
5.      Opini publik dapat pula melestarikan norma sosial.

BAB II. EKONOMI DAN BISNIS
          ( Josep bintang kalangi,2009:4) Ekonomi merupakan salah satu ilmu sosial yang mempelajari aktivitas manusia yang berhubungan dengan produksi, distribusi, dan konsumsi terhadap barang dan jasa. Istilah "ekonomi" sendiri berasal dari bahasa Yunani, yaitu (oikos) yang berarti keluarga, rumah tangga dan (nomos) yang berarti peraturan, aturan, hukum. Secara garis besar, ekonomi diartikan sebagai "aturan rumah tangga" atau "manajemen rumah tangga."
Secara etimologi, bisnis berarti keadaan dimana seseorang atau sekelompok orang sibuk melakukan pekerjaan yang menghasilkan keuntungan. Kata "bisnis" sendiri memiliki tiga penggunaan, tergantung skupnya — penggunaan singular kata bisnis dapat merujuk pada badan usaha, yaitu kesatuan yuridis (hukum), teknis, dan ekonomis yang bertujuan mencari laba atau keuntungan. Penggunaan yang lebih luas dapat merujuk pada sektor pasar tertentu, misalnya "bisnis pertelevisian." Penggunaan yang paling luas merujuk pada seluruh aktivitas yang dilakukan oleh komunitas penyedia barang dan jasa. Meskipun demikian, definisi "bisnis" yang tepat masih menjadi bahan perdebatan hingga saat ini.
A.   Strategi komunikasi dalam pembentukan Opini Publik
(Rachmad kriyanto, 2008: 4) ia menjelaskan bahwa Yang berperan dalam usah membangun citra ( image ) suatu perusahaan adalah seorang PR, citra ( image ) merupakan gambaran yang ada dalam benak publik tentang perusahaan menyangkut pelayanannya, kualitasn produk, budaya perusahaan, perilaku perusahaan atau perilaku individu-individu dalam perusahaan dan lainnya. Pada akhirnya persepsi akan mempengaruhi sikap publik, apakh mendukung, netral atau memusuhi.
Benci (Hostility)

Prasangka buruk(prejudice)

Apatis (Apathy )

Tidak tahu (Ignorance)
Simpati (sympayhy)

Menerima (acceptance)

Menaruh perhatian (Interest)

Berpengetahuan (Knowletge)

Tujuan PR adalah mengubah sikap publik
Dari gambar diatas menjelaskna bahwa tujuan public relation adalah agar citra perusahaan positif dimata publiknya. Gambar tersebut merupakan contoh upaya mengubah sikap dari benci menjadi simpati yang berhasil. Citra positif mengandung arti kredibilitas dimata publik adalah baik. Kredibilitas mencakup dua hal, yaitu :
1.      Kemampuan (expertise)
Persepsi publik bahwa perusahaan dirasa mempunyai kemampuan dalam memenuhi kebutuhan , harapan maupun kepentingan publik. Misalnya produk-produk yang dihasilkan murah, berkualitas, dan ramah lingkungan.
2.      Kepercayaan (trustworthy)
Persepsi publik bahwa perusahaan dapat dipercaya untuk tetap komitmen menjaga kepentingan bersama. Perusahaan dipersepsi tidak semata-mata mengejar kepentingan bisnis, tetapi juga mempertimbangkan kebutuhan dan kepuasan konsumen. Bahkan perusahaan dituntut memperhatikan aspek-aspek sosial. Dalam hal ini PR harus dapat meyakinkan publik melalui program komunikasi bahwa program-program perusahaan diarahkan meujudkan investasi sosial, yaitu program yang ditujukan untuk mendukung kesejahteraan sosial.
Citra perusahaan bukan hanya dilakukan oleh seorang PR , tetapi juga didukung oleh perilaku seluruh unsur perusahaan ( karyawan, manajer, dan lainnya ) ikut andil dalam pembentukan citra ini, baik disadari atau tidak. Perilaku itu berkaitan dengan tugas atau tidak, misalnya, seorang karyawan hotel yang kecanduan narkotika dan tertangkap polisi sedang nyabu dirumahnya. Kemudian berita ini menyebar dimasyarakat . meskipun tidak ada kaitannya dengan hotel tempatnya bekerja, peristiwa ini berpotensi membuat jelek nama hotel.
Kita ingat bahwa salah satu prinsip dasar komunikasi ialah (we can’t not communicate). Artinya, apapun perilaku kita verbal atau non verbal, berpotensi mengkomunikasikan makna tertentu bagi orang lain, terlepas dari sengaja atau tidak sengaja, disadari atau tidak.
B.  Fungsi public relation
          (Rachmad kriyanto, 2008: 4) Fungsi atau peranan adalah harapan publik terhadap apa yang seharusnya dilakukan oleh PR sesuai dengan kedudukannya sebagai seorang public relation. Jadi, PR dikatakan berfungsi apabila dia mampu melakukan tugas dan kewajibannya dengan baik, berguna atau tidak dalam menunjang tujuan perusahaan dan menjamin kepentingan publik.
Secara garis besar fungsi public reltion adalah :
1.      Memelihara komunikasi yang harmonis antara perusahaan denga publik
2.      Melayani kepentingan publik dengan baik
3.      Memelihara perilaku dan moralitas perusahaan denga baik
Sedangkan Cutlip & Center menyebut fungsi Public Relation adalah sebagai berikut :
1.      Menunjang kegiatan manajemen dan mencapai tujuan organisasi.
2.      Menciptakan komunikasi dua arah secara timbal balik dengan menyebarkan informasi dari perusahaan kepada publik dan menyalurkan opini publik kepada perusahaan.
3.      Melayani publik dan memberikan nasehat kepada pimpinan perusahaan untuk kepentingan umum.
4.      Membina hubungan secara harmonis antara perusahaan dan publik, baik internal maupun eksternal.
5.      Buatlah kesepakatan yang saling menguntungkan
Faktor-faktor Ekonomi mempunyai Hubungan dengan opini
( Olii, 2007:20) Faktor-faktor yang dimaksud cara memenuhi kebutuhan akan barang dan jasa. Hal tersebut mencakup semua proses melalui bentuk sosial berupa fisik dan jasa yang ditemukan, diciptakan, ditransfer dan diawetkan untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan manusia. Hal itu tampaknya merupakan istilah yang sangat luas. Tetapi, definisi tersebut dimaksudkan untuk tidak mencakup :
1.      Faktor-faktor psikologis yang mempengaruhi opini dan prilaku.
2.      Lembaga-lembaga sosial yang pada pokoknyabersifat agama, hiburan,  pendidikan, dan ideologi.
3.      Bagian dari lingkungan fisik yang belum dimanfaatkan untuk produksi barang dan jasa-jasa.
Lagi pula dengan faktor-faktor ekonomi dimaksudkan tidak hanya barang dan jasa itu sendiri, tetapi juga hubungan antara para individu dan kelompok yang terlibat dalam pencitraan, pentransferan, pengawetan dan konsumsi barang dan jasa. Lain halnya dengan ilmu-ilmu sosial yang dapat dikelompokkan dan di definisikan, tetapi pengertian mengenai batas-batasnya kabur.
Calvin Coolidge mengatakan urusan Amerika adalah bisnis, dan menurut Toequeville, hasrat untuk memperoleh barang-barang yang baik dari dunia ini merupakan nafsu yang menguasai orang Amerika. Yang lain menekankan hubungan atau sering kemampuan pengalihan kekuasaan ekonomi kedalam kekuasaan politik. Hubungan antara kekuasaan ekonomi dan politik di Amerika, telah ditinjau oleh Alpheus T.Mason, bapak pembangunan pertama yang telah mewarisi buku James Harrington Oceana tahun 1656, kekuasaan senantiasa mengiringi kekayaan. “saya percaya akan hal ini”, kata John Adam, peribahasa yang tidak  pernah salah dalam politik, seperti aksi dan reaksi adalah secara mekanika.
Charles A.Beard dan Harold Laski adanya ketergantungan politik pada ekonomi, akan tetapi mereka belum bersedia untuk membenarkan batas-batas suatu teori yang membuat sifat ingin memperoleh menjadi pendorong utama baik untuk produksi maupun pemerintahan. Menurut Machiavelli, bila manusia tidak lagi diwajibkan berjuang karena terpaksa, mereka berjuang karena ambisi, bernafsu untuk berkuasa. Manusia memang diciptakan untuk menghendaki sagala-galanya, tidak merasa puas dengan apa yang mereka miliki, tetapi tidak dapat mencapainya.


BAB III. PENUTUP
KESIMPULAN
         Dari penjelasan sebelumnya, pemeakalah menarik kesimpulan tentang hungungan opini publik dengan layanan ekonomi bisnis itu ialah setiap suatu lembaga ataupun suatu perusahaan pada hakikatnya akan selalu mengharapkan persepsi yang positif dari publik, dikarenakan tanpa adanya persepsi yang positif dari publik maka akan berdampak buruk bagi suatu lembaga ataupun suatu perusahaan, apabila ini terjadi, maka tidak kecil kemungkinan bahwa lembaga ataupun suatu perusahaan tersebut akan tidak berjalan lagi fungsinya sebagai mana yang telah diharapkan.
         Pelayanan  suatu perusahaan sangat berpengaruh terhadap opini publik, semakin baik pelayan publik yang dilakukan oleh suatu perusahaan maka akan berdampak positif bagi ekonomi bisnis perusahaan tersebut, pada initinya, semakin baik pelayanan publik yang dilakukan oleh suatu perusahaan, maka akan semakin baik pulalah persepsi publik terhadapnya dan akan menimbulkan dampak ekonomi yang juga baik bagi perusahaan tersebut.



Daftar Pustaka

Kriyantono,Rachmat. Public Relation Writing,Jakarta: Kencana, 2008.
Pangarep,Hegar. Publik Relation: Yogyakarta:  Media pressindo, .2011
Giri, Fahreza anand.300 Kutipan inspirasional: Yogyakarta: Pinang merah residence, 2010.
Rubani, Mardiah. Psikologi Komunikasi: Pekanbaru: UR Press, 2010
Made, I sudana. Manajemen Perusahaan Teori dan Praktek: Jakarta: Erlangga
Ruslan, rosady. Etika kehumasan: Jakarta: Fajar interpratama Offset, .2001
Bintang, Kalangi Josep. Matematika Ekonomi dan Bisnis: Jakarta:  Salemba Empat, 2006.
Olii, Helena. Opini Publik: Jakarta: PT Indeks,  2007.
http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/26467/4/Chapter%20II.pdf











 

Sample text

Sample Text

Sample Text

Tanpa Suatu Usaha, Maka jangan pernah berharap adanya Hasil.